NEWS & ARTICLE

OCAS Spanyol dan Orkes Tahuri Pukau Warga Ambon

OCAS Spanyol dan Orkes Tahuri Pukau Warga Ambon

JULY 9, 2014 Admin 50
AMBON – Kolaborasi Tim Orquestra de Camara de Sierro (OCAS) dari kota Asturias, Spanyol dengan orkes musik tahuri (kulit kerang) dari sanggar Kakoya Negeri Hutumuri, Leitimur Selatan, Kota Ambon, memukau warga yang datang menonton konser tersebut di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (4/8/2018) petang hingga malam.
 
Orkestra yang dipimpin Direktur OCAS, Manuel Vasquez ini, juga menampilkan kolaborasi harmonis bersama dengan 70 musisi paduan alat musik tahuri yang dipimpin oleh Carolis Elias Horhoruw. 
 
OCAS dan musisi muda tahuri berhasil mensajikan secara istimewa tiga lagu khas Ambon yaitu, Ayo Mama, Huhate dan Goro-Gorone. OCAS yang dalam konser ini turut pula menampilkan sejumlah komposisi klasik Spanyol, Kuba dan lagu bernuansa tari flamengo, telah memulai rangkaian konser orkestra bertajuk Vinculos Untuk Indonesia 2018 di kota Ambon, Maluku sejak tanggal 31 Juli hingga 4 Agustus dan langsung melanjutkan konser berikutnya ke tiga kota sekaligus di Sulawesi Tengah, yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong, 5 – 14 Agustus 2018.
 
Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nadjamuddin Ramly, menyampaikan, dengan tema menebarkan semangat solidaritas, perdamaian, persatuan dalam kemajemukan (solidarity, peace and unity in diversity), kegiatan Vinculos untuk Indonesia 2018 dihelat di Kota Ambon sebagai upaya mendukung ditetapkannya Ambon sebagai Kota Musik Dunia oleh UNESCO di tahun 2019 mendatang. 
 
“Dari Ambon, OCAS dalam program Vinculos Untuk Indonesia 2018 akan melanjutkan lawatan musiknya menuju ke Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi dan Kota Palu, di Sulawesi Tengah, Pekanbaru di Riau dan DKI Jakarta, berkolaborasi dengan musisi lokal di masing-masing tempat. Kegiatan ini juga menandai peringatan 60 tahun hubungan diplomatik yang telah terjalin baik antara Republik Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Spanyol,” tuturnya.
 
Sementara itu Staf Kedutaan Besar Spanyol untuk Indonesia, Beatriz Chivite menyampaikan rasa terima kasih dan merasa terhormat untuk hadir di Ambon dalam suasana perayaan 60 tahun jalinan hubungan diplomatik antara Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Spanyol. 
 
“Lawatan kelompok orkestra OCAS dalam konser Vinculos Untuk Indonesia merupakan cerminan hubungan kedua negara yang semakin harmonis dan kuat. Walaupun kedua negara memiliki bahasa yang begitu berbeda, namun bahasa musik sekali lagi terbukti mampu mengatasi halangan yang ada untuk mempererat hubungan tidak hanya negaranya namun juga orang-orangnya, seperti yang terjadi di malam yang indah ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam sambutannya menyebutkan, Ambon telah bekerja keras bersama dengan dukungan penuh Pemerintah Pusat dalam menghelat konser Vinculos ini di kota Ambon untuk memperlihatkan bahwa Ambon patut dinobatkan sebagai Kota Musik Dunia oleh UNESCO pada tahun 2019 nanti.
 
“Saya menyampaikan rasa terima kasih secara khusus kepada kelompok orkestra OCAS yang telah mengunjungi Ambon dan kepada Pemerintah Kerajaan Spanyol atas terjalinnya hubungan diplomatik selama 60 tahun,” ujarnya.  
 
Orkestra OCAS dalam konser Vinculos di Kota Ambon ini, menyuguhkan penampilan 10 lagu yang mampu memesona masyarakat Ambon dalam sebuah balutan suasana yang demikian hangat, kasual dan bersahabat, berbeda dengan lazimnya sebuah konser musik orkestra yang digelar di ruang tertutup. 
 
Sajian komposisi yang ditampilkan memperlihatkan sebuah refleksi keberagaman dimana lagu-lagu yang dimainkan berasal tidak hanya dari Spanyol, namun juga menghadirkan 3 lagu klasik Maluku dan beberapa komposisi berasal dari negara-negara di Amerika Latin yang memiliki hubungan dengan Spanyol. 
 
Ada beberapa lagu bernuansa jazzy flamengo dengan pengaruh musik Gypsy dari Andalusia yang digubah oleh 2 bersaudara anggota Ocas; Javier Carmona dan Pablo Carmona. Komposisi tersebut antara lain berjudul Fuente de las Lagrimas, Itimad dan Malaguerias. Dalam penampilan akhir, lagu-lagu yang dimainkan semakin terasa intens dengan hadirnya penari flamengo yang menari penuh gairah menjadikan pengalaman pertama yang tak terlupakan bagi masyarakat Ambon. (*) - Tiara Salampessy

 

SUPPORT US ON

Be Social & Get in Touch with updates.

EVENT TERBARU 2019

Peresmian Pusat Studi Kajian Musik Islami | Mar 05
Konferensi Musik Indonesia Festival 2018 | Mar 07
Tahury, Insentif Pertunjukan Musik Untuk Sanggar D | Mar 08
Insentif Pertunjukan Musik Untuk Sanggar/Komunitas | Apr 06