Kota Ambon Kembangkan Pariwisata Berbasis Musik
AMBON - Direktur Ambon Music Office (AMO) Ronny Loppies menyatakan, Ambon tak hanya sebagai City of Music saja. Melalui branding tersebut, akan diperlebar sebagai pariwisata yang mengawinkan perpaduan musik dengan indahnya pemandangan alam.
Sebab bagi dia, yang kini harus dimanfaatkan adalah branding City of Music itu sendiri. Peluangnya sangat terbuka lebar untuk pengembangan pariwisata berbasis musik.
“Saat ini, kami mencoba melebarkan dari Ambon City of Music ke pariwisata musik,” ujar Ronny kepada wartawan di Ambon, Selasa (5/10/2021).
Misalnya, kata dia, berguna untuk lokakarya, musik pengiring tarian, composing music dan bernyanyi. Itu hanya sebagian kecil dari pendukung pariwisata musik.
”Melalui intuisi dan DNA bermusik yang dimiliki warga di Ambon, ini ikut mendorong pariwisata musik,” tandasnya.
Untuk menuju pariwisata musik, ada sejumlah langkah yang harus ditempuh. Misalnya, merevisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon.
“Memang pekerjaan tidak mudah. Sesuai peta jalan AMO, hal ini akan normal di tahun 2030” ujarnya.
Untuk pengembangan musik, Ronny melanjutkan, Pemerintah Kota Ambon telah memasukkan mata pelajaran musik sebagai kurikulum muatan lokal di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
”Surat Keputusan (SK) Wali Kota Ambon tentang mata pelajaran musik sudah ditebitkan hanya menunggu dijalankan di sekolah saja,” tandasnya.(potretmaluku.id/BAR)